
Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa berbuat baik itu dihasilkan dari pikiran yang baik pula. Selain itu, tindakan dapat dikatakan baik atau tidak juga dipengaruhi oleh berbagai informasi yang diterima dari luar diri kita. Informasi-informasi tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, yaitu : dari budaya, keluarga, agama, tradisi, buku, dan pakar. Segala informasi dari luar yang kita terima tersebut memang akan mempengaruhi keputusan yang akan kita ambil dan tindakan yang akan dilakukan, tetapi berbagai faktor dari luar sesungguhnya tidak mencerminkan diri pribadi kita. Hati dan pikiran yang ada dalam diri kita itulah yang mengidentifikasikan diri kita. Itulah mengapa menyalahkan faktor luar adalah tindakan yang kurang bijaksana.
Oleh karena itu, ingatlah bahwa kita adalah raja dari hati dan pikiran kita sendiri. Kita dapat menentukan respons yang akan kita ambil dari setiap keadaan yang datang pada kita. Kita dapat mengendalikan hati dan pikiran ke arah yang kita inginkan. Mengendalikan hati dan pikiran selalu ke arah positif adalah awal dari pencapain kesuksesan dan kemuliaan dalam hidup. Karena hati yang positif akan mengarahkan sikap hidup menjadi positif, memengaruhi kebiasaan menjadi positif, melakukan tindakan yg positif dalam kehidupan sehari hari, dan akhirnya menarik hal hal positif dalam kehidupan kita. Akhirnya akan menghasilkan kemudahan dan kejutan-kejutan positif yang tak terduga dalam kehidupan kita. Silahkan mencobanya dan rasakan manfaatnya.
Hati nurani adalah pusat makna tertinggi kehidupan manusia yang paling berpengaruh dalam diri kita. Sedangkan otak adalah hamba yang sangat patuh mengikuti setiap perintah hati nurani kita dalam kehidupan. Keberhasilan dan kebahagiaan yang menjadi impian indah banyak manusia, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh impian hatiu nurani kita, bukan ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Hati yang memiliki impian indah menjadi pemenang dalam kehidupan akan berkreasi dan mencipta berbagai hal yang positif di dunia ini dan memerintahkan otak melakukan hal yang positif pula.
Otak sebagai hambanya hati akan selalu siap menerima instruksi dari hati nurani kita. Ia patuh dan tunduk atas perintah apapun yang diberikan oleh hati kita kemudian meresponnya melalui indra kita. Hati inilah yang menjadi pusat tertinggi yang memerintahkan pikiran manusia yang akan membentuk sikap dan karakater dirinya. Intinya semua diawali dengan hati dan pikiran kita. Bagaimana sikap dan karakter seseorang itu sangat dipengaruhi oleh bagaimana mereka mampu mengelola hati dan pikirannya. Keberhasilan, kegagalan serta kegelisahan itu sesungguhnya dimulai dari hati dan pikiran kita sendiri.
Dengan demikian menyikapi kesulitan, kegagalan dengan menyalahkan faktor-faktor luar sebagai penyebab terhadap kesulitan hidup bukanlah cara yang bijaksana. Yang perlu dilakukan adalah memulai mengubah dari dalam diri kita sendiri, terlepas seberapa buruknya keadaan diluar kita sendiri. Menjadi sukses dan bahagia harus dimulai dari kemampuan kita mengelola hati dan mengarahkan pikiran kita menuju tujuan hidup yang benar. Hati yang terbuka adalah pikiran yang terbuka. Perubahan dalam hati adalah perubahan dalam pikiran dan perubahan dalam hidup kita.
Dengan kecerdasannya ia mampu mengelola hati dan pikirannya. Bahkan mampu memahami bagaimana proses berpikir itu sendiri. Banyak orang kurang menyadari hal ini, tidak mengetahui, pura-pura tidak tahu, atau bahkan tidak mau tahu bahwa mereka memiliki kemampuan mengelola hati dan pikirannya. Sehingga mereka tidak pernah sadar bahwa mereka telah menjadi budak atau hamba dari hati dan pikiran mereka sendiri. Bukannya memimpin hati dan pikirannya, malahan seumur hidupnya dikendalikan oleh hati dan pikirannya sendiri.
Faktor yang paling kuat dalam menentukan perubahan adalah hati dan pikiran Anda sendiri. Begitu Anda memiliki “ self awareness” bahwa jalan hidup Anda mesti diubah untuk selalu berbuat baik, saat itu pula perubahan dari dalam diri Anda sudah dimulai. Dengan demikian perubahan hati dan pikiran itu sesungguhnya bisa terjadi seketika. Pada saat kesadaran muncul, maka terjadi pencerahan hati, maka pola pikirpun mendapatkan input baru untuk mengubah paradigma berpikir atau sudut pandang terhadap sesuatu. Faktor yang mempengaruhi keyakinan akan kekuatan diri sendiri, adalah adanya “self awareness” yang bersumber dari kompetensi diri berupa ketrampilan teknis, pendidikan, pengalaman dan bakat kepemimpinan pribadi. Kesadaran kemampuan diri juga bisa bersumber dari keyakinan diri dalam ketrampilan antarpribadi, kepribadian, karakter dan spirit. Sumber-sumber kekuatan pribadi ini harus dikembangkan secara seimbang agar melahirkan keyakinan akan kuasa kekuatan diri.
Setiap orang harus hidup dengan hati nurani yang bersih dan menjaganya selalu serta menggunakan untuk selau berbuat baik bagi sesama. Dan harus hidup dalam hati nurani yang bersih untuk dapat mempertanggungjawabkan iman kita di hadapan banyak orang. Dengan demikian, berbuatlah baik yang sesuai dengan kata hati nurani kita. Faktor atu inforasi dari luar hanya dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan pengetahuan kita, bukan menjadi hal utama dalam kita bertindak atau mengambil keputusan. Gunakan kecerdasan dan ketulusan suara hati yang dikaruniakan kepada kita untuk memutuskan segala sesuatu dan tindakan kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar