Setiap manusia diciptakan untuk memiliki hati nurani. Oleh sebab itu setiap orang pasti memiliki hati nurani. Akan tetapi apakah hati nurani itu masih ada dan dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan, itu yang berbeda dari setiap orang. Tentu saja hati nurani antara satu orang dengan yang lainnya berbeda-beda. Orang sering merasa bimbang saat menghadapi situasi dan kadang pula terjadi konflik dalam memutuskan segala sesuatu. di satu sisi hatinya berkata iya, di satu sisi lainnya berkata tidak. Di situlah peran suara hati diperlukan. Hati nurani dapat membantu dalam mengambil keputusan. hati nurani yang masih luhur, pasti akan memutuskan hal yang tentunya baik bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.
Dimana pun kita berada selalu ada aturan yang berlaku. Baik itu dalam keluarga, sekolah, masyarakat, negara, dan setiap tempat pasti ada peraturannya masing-masing. Aturan itu dibuat memang untuk mengatur segala tindakan yang kita lakukan agar tercipta suatu kondisi yang tertib dan aman. Karena apabila tidak ada aturan, orang akan cenderung bertindak seenaknya sendiri dan tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya. Bagaimana kita dapat mengetahui apakah perbuatan kita sudah sesuai dengan aturan itu? Jawabannya tentu dengan menanyakan pada hati nurani kita. Hati nurani akan merasa bersalah dan tidak nyaman apabila apa yang kita lakukan sudah melanggar aturan.
Dalam kondisi tertentu manusia kadang dihadapkan pada suatu pilhan yang tentunya harus ia jalani. Pilihan itu pun kadang lebih dari satu dan tidak jarang pula ada yang bertentangan dengan aturan yang berlaku. Pilihan mana yang akan dipilih itu tergantung kata hati nurani mana yang lebih kuat. Namun, apabila kita melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan aturan tetapi itu demi kebaikan bersama, apakah itu salah? Pertanyaan seperti itu sering muncul atau bahkan beberapa diantara kita sudah mengalaminya. Masalah salah atau tidak itu tergantung dari sudut mana kita menilainya. Hati nurani pasti merasa bersalah kalau yang kita lakukan itu memang melanggar aturan. Saat mengambil keputusan, tanyalah pada hati nurani yang paling dalam. Jangan sampai kita melakukan tindakan yang bertentangan dengan hati nurani. Banyak kasus orang menyesal di kemudian hari setelah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kata hatinya dan perbuatan itu pun melanggar aturan yang ada. Oleh sebab itu, jangan mengabaikan apa kata hati kita dan ajgalah hati nurani kita agar tetap luhur, artinya dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Lalu bagaimana peran hati nurani, terutama dalam etika kerja? Dan apakah hati nurani diperlukan dalam menciptakan suatu kondisi kerja yang berpegang pada etika atau norma? Pertanyaan itulah yang akan dibahas juga dalam blog kali ini. Jika seseorang ingin bekerja dengan baik dan profesional, tentu etika dan norma kerja serta hati tentu tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Peraturan kerja telah ditentukan oleh pihak manajemen dan etika kerja tentu tidak lepas dari aturan-aturan yang telah dibuat tersebut. Apabila ada yang menyimpang atau melanggar aturan tersebut, hati lah yang menjadi control terakhir. Di situlah hati diperlukan untuk menilai apakah perbuatan yang dilakukannya itu sudah sesuai dengan aturan, dan jika tidak sesuai dengan aturan apakah perbuatannya itu perlu diperbaiki atau tidak.
Seorang pekerja yang baik seharusnya selalu menaati peraturan yang berlaku di tempat kerjanya. Seorang pekerja juga akan dituntut untuk selalu melakukan pekerjaan atau tugasnya dengan baik serta tidak melanggar aturan yang ada. Oleh karena itu, seorang pekerja perlu memiliki hati nurani yang peka terhadap lingkungan sekitar, terutam terhadap autran yang telah ditetapkan. Tanyakan pada hati nurani apabila akan melakukan suatu pekerjaan, apakah perbuatan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku atau justru sebaliknya perbuatan itu melanggar aturan. Jika hati nurani bekerja dengan baik dan selalu mengarahkan kita ke perbuatan yang sesuai dengan aturan, niscaya kita akan berhasil.
Orang yang bekerja dengan hati dan orang yang bekerja tanpa hari, tentu berbeda jauh. Orang yang bekerja dengan hari, akan melakukan pekerjaannya dengan senang dan hasilnya juga akan maksimal. Selain itu, apa yang dikerjakannya selalu menaati aturan yang ada. Berbeda dengan orang yang bekerjanya tanpa menggunakan hati. Dia akan bekerja seenaknya sendiri dan dengan terpaksa. Ia cendrung juga untuk melanggar aturan yang ada. Dengan demikian, hasil kerjanya tentu kurang memuaskan. Sehingga hati nurani juga berperan dalam menentukan hasil kerja seseorang. Kinerja seseorang juga dapat didukung oleh adanya hati nurani. Jadi, bekerjalah dengan memegang teguh pada aturan dan selalu mendengarkan suara hati nurani kita.
http://kuliahbersama.com/
Minggu, 15 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar